Kenali Faktor Penyebab Menopause Dini Pada Wanita

Menopause dini sebenarnya sangat jarang terjadi. Hanya terdapat sebanyak 1 dari 10.000 wanita di bawah usia 20 tahun yang akan mengalami hal ini. Namun, sejalan dengan bertambahnya usia, angka kejadian menopause dini akan meningkat. Pada usia di bawah 30 tahun, sebanyak 1 dari 1.000 wanita dan pada usia di bawah 40 tahun sebanyak 1 dari 100 wanita di dunia mengalami menopause dini.

Kebanyakan wanita mengalami menopause antara usia 40 hingga 60 tahun. Sedangkan, menopause dini terjadi ketika seorang wanita mengalami menopause sebelum usia 40 tahun. Sebenarnya sulit untuk memastikan penyebab terjadinya menopause dini. Namun, beberapa peneliti telah menyimpulkan faktor-faktor risikonya, seperti:

– Genetik

– Gaya hidup

– Kelainan kromosom

– Penyakit autoimun

– Epilepsi

– Operasi pengangkatan ovarium

– Operasi pengangkatan rahim

– Kemoterapi atau radiasi di daerah pinggul untuk pengobatan kanker

Ketika seorang wanita mengalami menopause dini, artinya ia telah mengalami akhir dari masa subur di mana kemungkinan untuk memiliki anak akan berkurang. Setiap bayi perempuan terlahir dengan satu juta sel telur yang belum matang, kemudian seiring bertambahnya usia atau beranjak dewasa, jumlah sel telur hanya mencapai 400 yang matang dan siap untuk dikeluarkan. Sehingga diperkirakan sel telur akan habis dalam jangka waktu 30 tahun sejak menstruasi pertama (pengeluaran sel telur yang pertama kali terjadi). Setelah sel telur habis, maka kemungkinan wanita untuk dibuahi atau mengalami kehamilan hampir mustahil.

Jika Anda mengalami menopouse dini dan masih ingin memiliki anak, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter ahli infertilitas. Berkonsultasi dengan ahlinya akan membantu Anda mengambil langkah yang tepat.

Penyebabkan terjadinya menopause dini

Berikut adalah 8 hal yang bisa menyebabkan terjadinya menopause dini menurut para ahli

Merokok
Merokok dapat memengaruhi banyak aspek kesehatan Anda, termasuk kesuburan. Merokok telah diketahui menyebabkan menopause lebih awal sekitar 4-5 tahun. Penelitian telah menunjukkan bahwa pengawet dan racun dalam rokok meningkatkan kerusakan sel telur yang tidak dapat diganti. Setelah sel telur-telur tersebut rusak dan hilang, maka mereka tidak pernah bisa dihasilkan kembali.

Meminum Minuman Beralkohol
Meminum minuman beralkohol secara berlebihan dapat meningkatkan risiko menopause dini. Minum minuman beralkohol secara berlebihan dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, menghentikan menstruasi, dan menopause dini. Wanita yang sering minum minuman beralkohol secara berlebihan dapat mengalami menstruasi yang tidak teratur atau berhenti sama sekali.

Menggunakan Produk Kecantikan yang Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Kandungan kimia berbahaya dalam produk-produk kosmetika, perawatan kulit, produk perawatan rambut dan kulit bisa masuk ke dalam tubuh melalui kulit dan menyebabkan masalah signifikan pada hormon. Bahan-bahan kimia yang berbahaya tersebut bisa mengacaukan keseimbangan hormon estrogen. Hindari kosmetik yang mengandung bahan-bahan beracun antara lain Oxybenzone, dan Phthalates, dan Fragrance atau wewangian sintesis.

Berolahraga secara Berlebihan

Berolahraga memang sangat baik untuk kesehatan dan sangat dianjurkan untuk menjaga metabolisme tubuh. Namun berolahraga secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kortisol, yang memainkan peran besar dalam gangguan hormonal. Sebuah penelitian telah menemukan bahwa ada hubungan antara peningkatan periode panjang latihan dan menopause dini. Berolahragalah secara rutin dan teratur dengan porsi yang sesuai, hal ini bisa membantu menjaga kadar hormon lebih stabil.

Stres

Stres akut yang tidak dikelola dengan baik terkadang dapat menyebabkan masalah hormonal, yang akhirnya dapat menyebabkan menopause dini. Ada sejumlah studi yang menunjukkan hubungan antara peningkatan stres dengan gangguan tiroid, dan gangguan hormonal yang signifikan. Anda tidak bisa mengontrol penyebab stres, tapi Anda bisa mengelola stres agar tidak berkepanjangan. Berbicara dengan orang yang dicintai atau terapis dapat membantu Anda mengembangkan kebiasaan untuk mengelolanya.

Plastik

Sebagian besar plastik mengandung Phthalates, bahan kimia yang dapat menyebabkan masalah hormonal dan menopause dini. Hindari menggunakan plastik ketika memanaskan makanan dalam microwave. Minimalkan penggunaan wadah, gelas atau botol plastik, terutama jika makanan atau minumannya masih dalam kondisi panas.

Makanan dengan Kandungan Polychlorinated Biphenyls

Polychlorinated Biphenyls (PCB) adalah bahan kimia lain yang dapat mengacaukan hormon. Bahan ini sering ditemukan pada ikan berlemak dan ini terakumulasi dalam lemaknya.

Menggunakan Lilin Wangi & Penyegar Udara

Lilin wangi dan penyegar udara mungkin membuat rumah atau mobil Anda berbau harum, tetapi kebanyakan lilin dan penyegar udara mengandung bahan kimia yang dapat mengacaukan hormon Anda. Seperti plastik, banyak lilin dan penyegar udara juga mengandung Phthalates yang dapat diserap ke dalam kulit Anda dan menyebabkan menopause dini.