Mengenal Berbagai Macam Manfaat Pohon Balsa

Pekerja militer Amerika Serikat sering menggunakan balsa sebagai pengganti gabus selama Perang Dunia I. Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat semakin menyadari manfaat balsa. Di negara lain, kayu ini digunakan untuk pembuatan interior dan rangka aeromodelling. Oleh karena itu, Agrozine akan memperkenalkan Anda dengan pohon balsa kali ini.

Para ahli menyatakan bahwa kayu jenis ini sangat kuat dan dapat bersaing dengan bahan lain. Karena sifatnya yang lunak, berwarna terang, dan berat jenisnya yang kecil atau ringan, kayu balsa sangat berguna untuk berbagai tujuan.

Pohon Balsa yang bernama ilmiah Ochroma grandiflorum Rowlee banyak tumbuh di daerah Amerika Latin, Papua Nugini, Thailand, Kepulauan Solomon, hingga Indonesia. Tumbuhan ini berasal dari Amerika Selatan. Produsen terbesar kayu balsa di dunia berasal dari Ekuador, Papua Nugini dan Indonesia. Ekuador menguasai lebih dari 60% pasar balsa di dunia, sedangkan Indonesia baru menyumbang sekitar 5%. Di Indonesia, pohon balsa tumbuh di sekitar Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, serta Papua.

Dahulu, pohon balsa dianggap sebagai gulma karena tumbuh sangat cepat secara sendiri-sendiri atau dalam kelompok-kelompok yang sangat kecil dan tersebar luas di dalam hutan. Di kawasan hutan yang telah rusak akibat bencana alam, pohon balsa akan segera bertunas dan mulai menjulang ke ketinggian yang mengesankan dalam waktu sangat singkat. Daun yang ekstra besar di tahun-tahun awal dapat memberi keteduhan bagi bibit muda tumbuhan hutan lain yang bertumbuh lebih lambat.

Pohon yang satu ini bisa tumbuh di dataran tinggi dan rendah sekitar 0-1000 mdpl. Meski begitu, pohon balsa terbaik biasanya tumbuh pada ketinggian 0-800 mdpl. Rata-rata curah hujan yang dibutuhkan pohon ini berkisar 1.500-3.000 mm, dengan jumlah bulan kering atau musim kemarau sampai dengan tiga bulan per tahunnya.

Untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, pohon balsa membutuhkan cahaya matahari dan suhu udara yang pas. Rerata suhu udara yang tumbuhan ini kehendaki berkisar 22-29 C, dengan suhu maksimum serta minimumnya masing-masing antara 24-30 C dan 22-28 C.

Balsa termasuk pohon yang cepat tumbuh. Waktu pertumbuhan tanaman ini berkisar 5-6 tahun dengan tinggi mencapai 20 m dan berdiameter 40 cm. Jika kita bandingkan dengan jenis pohon lainnya, masa perkembangbiakan tanaman tersebut tergolong cukup cepat sehingga kayu yang satu ini memiliki potensi besar sebagai material cadangan. Sayangnya tidak banyak orang Indonesia yang mengenal jenis kayu ini. Masyarakat kerap menyamakan kayu ini dengan kayu sengon (Albasia) karena beratnya yang cukup ringan. Perlu diketahui, pembagian jenis kayu balsa berdasarkan kepadatannya:

  • Balsa Light (kurang dari 120 kg/m3)
  • Medium (120-180 kg/m3)
  • Heavy (lebih dari 180 kg/m3)

Kayu balsa memiliki harga setara kayu pinus, albisia, akasia mangium, karet dan gamelina. Harga kayu balsa di pasaran berkisar Rp 80.000 per m3 (diameter 19 cm), Rp 118.000 per m3 (diameter 20 cm) dan Rp 135.000 per m3 (diameter 30 cm).

Penggunaan kayu balsa mengikuti jenis dari kayu tersebut, misalnya Balsa Light sebagai bahan aeromodelling, Medium sebagai komposit industri, dan Heavy sebagai pengganti kayu keras.

Selain itu, ada beberapa manfaat pohon balsa lain yang biasa diaplikasikan oleh masyarakat, seperti untuk material pembuat interior dan untuk kerajinan tangan. Harga kayu balsa yang lebih murah ketimbang jenis kayu lainnya, membuat kayu tersebut cukup menguntungkan sebagai bahan baku pembuat kerajinan tangan.

Pohon balsa juga dijadikan bahan baku olahraga gliding dan surfing. Sebagai perbandingan, berat jenis fiberglass adalah 0,24 dan berat jenis kayu balsa hanya 0,16. Oleh karena itu, budidaya pohon balsa menjadi pilihan yang baik bagi kamu yang ingin berbisnis kayu situs mamangbet