Mengenal Ciri Khas Burung Manyar

Manyar adalah nama salah satu jenis burung berukuran kecil yang dikenal sebagai granivora, yang memakan bulir-buliran dan biji-bijian, serta terkadang juga serangga kecil. Burung ini memiliki ukuran tubuh sekitar lima belas sentimeter. Burung Manyar lebih suka hidup di habitat terbuka seperti padang rumput, tepi hutan, rawa, dan persawahan.

Burung Manyar jantan biasanya memiliki mahkota berwarna emas, sayapnya berbulu dasar kuning, dan sayapnya berwarna putih dengan bintik-bintik coklat di bagian dada hingga perutnya, dengan warna dominan putih di bagian bawah perutnya. Paruh manyar jantan berwarna hitam, dengan kaki merah muda. Paruh manyar betina berbulu kuning yang melingkar di sekitar telinganya dan berwarna kuning kemerahan.

Burung Manyar merupakan satwa yang cukup dikenal masyarakat. Burung ini termasuk bangsa burung Passerine (burung kecil penyanyi atau songbirds). Apabila dilatih dan diberikan nutrisi yang tepat, kicauan atau suaranya bisa sangat merdu dan lantang. Beberapa jenis burung Manyar yang populer di Indonesia adalah Manyar Tempur (Ploceus philippinus), Manyar Jambul (Ploceus manyar), dan Manyar Emas (Ploceus hypoxanthus).

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor 5225/16774/032/1996, Burung Manyar ini ditetapkan sebagai fauna khas Kota Malang, Jawa Timur.

Selain suaranya yang menarik, burung Manyar juga memiliki sarang yang unik. Sarang ini dipakai oleh burung Manyar jantan dalam menarik perhatian burung betina pada waktu akan kawin. Mulai April hingga Oktober merupakan musim berkembangbiaknya. Manyar betina akan bersedia dikawini oleh Manyar jantan jika si betina merasa tertarik dengan bentuk sarang yang dibuat Manyar jantan. Sebaliknya, jika Manyar betina tidak merasa tertarik dengan sarangnya, maka proses pembuahan tidak akan terjadi. Uniknya, jika si betina tidak menyukai sarang yang dibuat oleh si jantan, maka si jantan akan menghancurkan sarang itu dan akan berusaha membuat sarang baru yang lebih indah demi menarik perhatian si betina.

Bentuk sarangnya pun tampak sangat unik. Burung Manyar bahkan mampu membangun sarang yang beratnya mencapai satu ton. Pada beberapa sarang terdapat pintu jebakan guna mengelabui pemangsa atau predator. Pintu tersebut tampak jelas terbuka atau menganga, sementara pintu yang sebenarnya tersembunyi. Pemangsa yang mencoba masuk pintu tipuan akan bertemu dengan jalan buntu. Pintu jebakan membuat rongga tempat telur atau anak burung berada tidak dapat dijangkau pemangsa.

Dengan semangat, keuletan, dan ketekunannya yang tinggi dalam membangun sarang, Burung Manyar juga disebut sebagai burung pekerja keras. Biasanya burung Manyar hanya istirahat sebentar kurang lebih selama 1 jam sehari. Kemudian mereka akan terus merangkai sarangnya sampai bisa siap untuk ditinggali.

Burung Manyar membuat sarangnya pada ujung-ujung cabang pohon yang tinggi, seperti pada pohon kelapa ataupun di rumput gelagah yang tinggi. Burung manyar dikenal sebagai burung penenun (finches) karena burung ini sangat cekatan dalam menenun daun, ranting, dan serat tumbuhan menjadi sarang yang sangat indah, rumit, dan unik. Karena itu dalam Bahasa Inggris burung ini disebut dengan nama Streaked Weaver karena keahliannya menenun sarangnya.

Hal lain tentang Burung Manyar adalah kecenderungannya untuk hidup dengan berkelompok serta mempunyai sifat gotong-royong yang tinggi. Terutama untuk membangun sarang pada cabang pohon. Terdapat kurang lebih 300 pasangan yang dapat tinggal di satu koloni.