Mengenal Mesin Waktu Dari Masa Ke Masa

Di zaman yang modern ini mungkin masih ada beberapa orang meyakini bahwa seseorang bisa melakukan perjalanan ke masa lalu. Adapun perjalanan itu biasanya dilakukan dengan menggunakan mesin waktu. Bahkan, sudah ada beberapa teori mesin waktu yang dipercaya kalau perjalanan ke masa lalu itu bisa dilakukan.

Mengenal Mesin Waktu

Bagi sebagian orang mungkin tidak percaya bahwa bisa kembali ke masa lalu dengan menggunakan mesin waktu. Namun, perjalanan ke masa lalu kemungkinan besar bisa diwujudkan karena sekelompok ilmuwan University of Queensland, Australia berhasil membuat simulasikan dua foton, partikel tunggal cahaya dasar yang dapat berinteraksi ketika melakukan perjalanan waktu.

Simulasi perjalanan waktu ke masa lalu ini seringkali dianggap bisa terjadi karena pada level kuantum partikel terkecil yang sudah tidak bisa dibagi lagi. Kemudian, foton juga termasuk ke dalam hal yang yang mengikuti mekanisme dalam hukum kuantum. Pada uji coba yang telah dilakukan oleh peneliti untuk mesin waktu ini menggunakan dua foton untuk mensimulasikan partikel kuantum, sehingga bisa mengarungi perjalanan ke masa lampau dengan mesin waktu.

Peneliti yang mendalami perilaku foton, kemudian dapat mengungkapkan suatu kemungkinan terhadap aspek aneh dari fisika modern.

Ketika sudah masuk proses simulasi, salah satu foton akan diproyeksikan supaya bisa melakukan perjalanan ke masa lalu lewat terowongan mesin waktu atau wormhole. Selain itu, foton tersebut juga bisa diproyeksikan terhadap foton lainnya yang lebih tua.

Sementara itu, foton kedua dirancang untuk mengarungi perjalanan waktu dengan menggunakan mode normal. Meski begitu, foton kedua ini masih bisa berinteraksi dengan dengan foton lainnya yang terjebak di lingkaran waktu atau kurva waktu tertutup/CTC dan di lubang mesin waktu.

Lalu, dari tahapan yang telah dilakukan itu, perilaku foton kedua bisa mempelajari perilaku dari foton pertama. Dari hasil itu, ternyata ada hasil simulasi yang memperlihatkan bahwa perjalanan waktu pada tingkat kuantum terbuka kemungkinan besar akan terjadi. Kemudian, sifat partikel kuantum berubah menjadi tak pasti atau bisa dibilang kabur, sehingga menghasilkan ruang gerak yang cukup guna menghindari situasi perjalanan waktu yang tidak konsisten.

Sedangkan para peneliti lain, Martin Ringbauer dari University of Queensland mengatakan bahwa temuan tim mereka ini tak selaras dengan teori Relativitas Umum dan Mekanika Umum dari fisikawan kondang Albert Einstein.

Menurut Martin Ringbauer, Albert Einstein hanya menjelaskan tentang skema dunia dalam skala yang sangat besar, sedangkan mekanika kuantum itu sendiri dianggap sebagai suatu penggambaran yang baik pada skala yang lebih kecil dari atom dan molekul.

Kemudian, berdasarkan simulasi tim peneliti, skema perjalanan mesin waktu yang telah dilakukan hanya ada pada partikel kecil saja atau pada partikel; dengan tingkat kuantum serta foton yang lebih kecil dari atom. Jadi, simulasi terbaru ini bisa dibilang kalau belum dapat menjelaskan tentang partikel yang lebih besar, seperti lebih besar dari atom.

Pada dasarnya, potensi perjalanan mesin waktu pada tingkat kuantum sendiri telah diprediksi ilmuwan beberapa dekade lalu. Lebih tepatnya, sekitar tahun 1991, telah muncul prediksi mesin waktu pada tingkat partikel terkecil itu. Peneliti ini mendasarkan kepada perilaku partikel kuantum yang hampir berada di luar alam fisika. Kemudian, penelitian terbaru University of Queensland juga sudah dipublikasikan pada Jurnal Nature Communications.

Ahli fisika dari Universitas Connecticut, Professor Ron Mallett ini pernah menyatakan pendapatnya bahwa mesin waktu dapat diciptakan di masa yang akan datang. Hal ini seperti diulas dalam lamanĀ BBC News, kalau ia beranggapan bahwa kembali masa lalu bisa terjadi di masa depan karena semua ilmu pengetahuan sudah bisa mendapatkan jawaban pastinya.

Tentu saja, kembali ke masa lalu dalam rangka memperbaiki keadaan adalah impian dari banyak orang. Namun, kembali ke masa lalu juga dapat juga menjadi hal yang mengerikan. Bayangkan saja, jika kamu sudah berusia 80 tahun serta mengunjungi dirimu sendiri di masa lalu pada saat usiamu masih belia, maka bisa dibilang itu merupakan suatu hal yang aneh atau bahkan menyeramkan dalam hidup kamu. Hal ini dikarenakan, hal sekecil apapun yang diubah di masa lalu bisa mengubah kehidupan di masa depan atau lebih parahnya bisa melenyapkan masa depan.

Jika suatu saat nanti ternyata kamu sedang melakukan perjalanan waktu dengan menggunakan mesin waktu ke masa lalu, maka sebaiknya pastikan tanggal dan juga tahun yang dituju benar dan tidak salah. Hal ini perlu dipastikan atau diprogram dengan baik karena kalau tanggal dan tahun salah, maka kamu bisa saja tersesat di masa lalu.

Bahkan, tak menutup kemungkinan kalau kamu bisa tersesat ke zaman Romawi atau zaman Yunani Kuno. Jika kamu tiba-tiba muncul pada zaman itu, maka bisa membuat gaduh dan bingung orang-orang yang ada di masa lalu. Selain itu, tak menutup kemungkinan kalau kamu akan dianggap sebagai penyihir atau dewa karena bisa datang dari masa depan.

Jika kamu kurang beruntung, maka bisa saja kamu ditangkap, kemudian diarak oleh penduduk setempat untuk diadili secara brutal. Sudah dapat dipastikan bahwa para prajurit zaman Romawi, Yunani, Persia, dan Alexander Agung bukanlah tandingan dari manusia modern saat ini.