Misteri Patung Menari Minahasa, Bergerak di Tengah Malam

Patung, manifestasi dari fakultas kreatif manusia. Tidak hanya dibuat dengan kemampuan artistik tertentu, ia juga kerap diselipi oleh ideologi. Kehadirannya bukan hanya penampakannya, tapi lebih jauh, gagasan dan ideologi yang terbenam di dalamnya.

bagi sebagian orang melihat patung merupakan hal yang biasa saja. Namun Patung dapat dikatakan memiliki kekuatan magis apabila dapat bergerak dan melakukan sesuatu. Di Bali beberapa patung masih sangat disakralkan. Setiap hari atau di hari-hari tertentu patung di Bali diberikan sesajian karena patung tersebut disucikan atau dikeramatkan.

Namun berbeda di sebuah daerah di Manado, dua buah sosok patung yang terdapat di sebuah bangunan museum di kota Manado ini dikabarkan dapat bergerak melakukan sebuah tarian sendiri pada jam-jam tertentu. Patung tersebut merupakan sosok patung Pria dan Wanita yang sedang menari.

Tak heran, dengan begitu, objek artistik ini begitu digandrungi. Sejarah manusia menunjukan hal itu. Jauh sejak zaman Yunani Kuno hingga abad kontemporer ini, monumen berupa patung selalu menyediakan kemewahan tersendiri.

Di beberapa tempat, patung di sakralkan. Seperti di Bali, ada beberapa oatung yang dibeirkan sesajian, disucikan, dan dikeramatkan. Namun, berbeda dengan di Manado, terdapat dua buah sosok patung yang justru ditakuti.

Patung yang berada di bekas halaman kantor Unit Pelaksana Teknis daerah (UPTD) Taman Budaya Sulawesi Utara itu nampak angker. Sejatinya patung itu terlihat biasa saja, ada dua patung yang memperlihatkan satu orang pria (Tole) dan satu orang perempuan (Keke). Dua patung itu diproyeksikan seperti sedang menari tarian khas Minahasa, Maengket.

Konon, patung-patung itu dibangun pada tahun 80-an, dan kabarnya mereka akan bergerak di jam-jam tertentu. Ada yang mengatakan bahwa mereka akan bergerak setelah jam 12 malam, di saat suasana sepi. Sebuah pengakuan tentang keangkerannya datang dari seorang warga yang .

Patung ini memperlihatkan 1 orang pria (bahasa minahasanya Tole) dan 1 orang wanita (bahasa minahasanya Keke) mereka di gambarkan sedang menari tarian khas Minahasa “Maengket” Patung ini terletak di halaman Gedung Taman budaya manado dekat dengan Gedung Pameran nya.

Menurut sumber dan sesepuh orang sekitar, Patung ini dibangun kira kira sejak tahun 80-an. Kabar yang berhembus mengatakan bahwa patung ini akan bergerak pada jam-jam tertentu, dan kedua patung ini akan menari dengan sangat tertata.

Menurut beberapa warga yang tinggal di daerah itu, patung ini nanti akan bergerak setelah jam 12 malam ke atas dan hanya akan bergerak jika suasananya sepi, memang daerah tempat patung ini berada terkenal angker, bukan sedikit orang yang hilang secara misterius di daerah ini. Lokasi tempat patung ini berada, adalah daerah angker dan rawan kriminalisasi.