Pengobatan Medis Kuno Yang di Anggap Berbahaya

Pengobatan alternatif adalah pengobatan non medis dimana peralatan dan bahan yang digunakan tidak termasuk dalam standart pengobatan medis. Pengobatan alternatif tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional seperti dokter.

Dunia Medis saat ini bisa dibilang sudah sangat maju dan hampir semua penyakit sudah ada obatnya. Di tambah dengan peralatan yang kian maju, perawatan terhadap pasien juga kian dipernyaman. Jadi orang sakit saat ini bisa mendapatkan pengobatan yang nyaman dan aman walau dengan cacatan harus membayar dengan harga yang tinggi.

Namun semua kenyamaan yang ada saat ini tentu, tak diraih dengan proses yang mudah dan sebentar. Karena dulu Dunia Medis zaman dulu sangatlah jauh dari apa yang ada saat ini. Saat itu metode-metode pengobatan masihlah sangat sederhana dan sebagian lainya malahan masih dalam tahap “coba-coba.” Jadi metode pengobatan pada zaman itu, jika kita lihat dari sudut pandang sekarang akan terlihat sangat mengerikan.

Saat ini, dengan bantuan teknologi dan ilmu pengetahuan, perawatan medis modern semakin baik.Namun terkadang, ada perawatan medis kuno dari nenek moyang kita yang dianggap lebih baik. Bahkan beberapa obat dari perawatan modern tidak bisa memecahkannya. Hanya saja, sebagian besar perawatan medis kuno itu dianggap aneh dan berbahaya jika dilakukan di zaman sekaran.

Inilah 5 perawatan medis kuno yang dianggap aneh dan berbahaya.

  1. Sakit gigi diobati dengan lemak kambing

Pada zaman kuno, sekitar 14.000 tahun lalu, orang sudah tahu bagaimana membuat tambalan gigi dan merawat sakit gigi. Namun caranya dengan merekomendasikan campuran lemak kambing, henbane (tanaman beracun di keluarga Solanaceae), dan bawang merah untuk perawatan gigi.

  1. Menggunakan ekstrak juniper dan madrake sebagai anestesi

Di Mesopotamia kuno, dokter menggunakan alkohol dan opium (getah bahan baku narkotika yang diperoleh dari buah candu yang belum matang).untuk membantu pasien tidak merasakan sakit. Di Mesir kuno, mereka menyimpan ekstrak dari buah madrake (akar tanaman yang ditemukan di wilayah Mediterania) serta India dan China juniper (pohon pendek yang tumbuh liar di beberapa wilayah Eropa, Amerika Utara, dan Asia) untuk digunakan sebagai anestesi.

  1. Hampir semua penyakit diobati dengan bloodletting

Bloodletting adalah operasi pengangkatan beberapa darah pasien untuk tujuan terapeutik. Cara ini sangat populer di India dan negara-negara Arab bahkan disebutkan dalam dokumen Yunani kuno dan Mesir.

Cara ini dipercaya karena darah mengandung “hawa buruk”, jadi harus segera dikeluarkan dari tubuh pasien.

George Washington (presiden Amerika Serikat pertama) yang menderita amandel, sembuh dengan cara ini, meski ia meninggal tidak lama sesudahnya.

  1. Menggunakan racun ular dan ramuan beracun

Sebelum ada antibiotik, orang kuno mencoba melawan infeksi dengan pengobatan berdasarkan racun tanaman dan racun ular berbisa. Tidak hanya itu. Di abad pertengahan, dokter kuno menambahkan ular dan kalajengking kering ke ramuannya.

  1. Pengobatan asap tembakau lewat anema

Masalah pencernaan, kram perut, sampai parasit di dalam tubuh bisa diobati dengan asupan asap tembakau lewat anema (prosedur pemasukan cairan ke dalam kolon melalui anus), sebuah metode yang diadopsi dari orang Indian Amerika Utara. Namun pada abad ke-19, mereka menemukan bahwa tembakau mengandung nikotin beracun dan sehingga cara tidak pernah lagi digunakan.